Resensi
buku
Judul : Biografi Bill Gates
Pengarang : M. Luthfi Rahmadi
Kata : 1000+-
Link : www.mazvi.com
Harga : Free
William Henry Gates III lahir di Seattle, Washington, 28
Oktober 1955, lebih dikenal sebagai Bill Gates, adalah pendiri (bersama Paul
Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga
merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda
Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah
Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), namun sejak 5 Maret 2008 berada di
posisi ketiga setelah pebisnis AS Warren Buffett dan pebisnis Meksiko Carlos
Slim HelĂș.
Bill Gates dilahirkan di Seattle, Washington dari William
Henry Gates, Jr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate
Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates
belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan
meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi didrop out.
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua
dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington.
Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota,
dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang
cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan
kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan
untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah
dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama
kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang
dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih
pasaran. Pada intinya ini sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa
memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan
ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah
kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer,
dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan
waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum
mempelajari banyak hal tentang komputer. "Dia adalah seorang nerd”, sebagaimana
salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu
masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro
komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai "era komputer di
rumah-rumah" dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah
awal Microsoft.
Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis
perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair
merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC,
sebuah bahasa komputer yang mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth
untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa
komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang
menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya
dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa
kompiler QuickBasic dikenal sebagai QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual
Basic, yang masih popular hingga masa sekarang.
Dalam awal dasawarsa 1970, Gates menulis Surat Terbuka
kepada Penghobi, yang mengejutkan komunitas yang mempunyai hobi pada komputer
dengan menyatakan bahwa ada pasaran komersial untuk perangkat lunak/software
dan bahwa software tidak layak dikopi
dan digandakan tanpa
izin penerbitnya. Pada
masa itu, komunitas tersebut dipengaruhi kuat oleh
dasar radio hamnya dan etika hacker, yang berpendapat bahwa innovasi dan
pengetahuan patut dibagi oleh komunitas pengguna komputer. Gates kemudian
mendirikan Microsoft Corporation, salah satu perusahaan paling sukses di dunia,
dan memimpin arah kepada pembukaan industri software komputer.
Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik untuk caranya
berdagang. Satu contoh ialah MS-DOS. Pada akhir dasawarsa 1970, IBM berencana
untuk memasuki pasaran komputer personal dengan komputer personal IBM, yang
diterbitkan pada 1981. IBM memerlukan sistem operasi untuk komputernya, yang
direncanakan dapat mencakup dan mengelola arkitektur 16-bit oleh keluarga chip
x86 Intel. Setelah berunding dengan sebuah perusahaan lain (Perusahaan Digital
Research di California), IBM bertanya kepada Microsoft. Tanpa memberitahu
tentang ikatan mereka dengan IBM, eksekutif-eksekutif Microsoft membeli sebuah
system operasi x86 dari perusahaan Seattle Computer seharga $50,000. (Ada
kemungkinan Microsoft dilarang IBM untuk memberitahukan tentang ikatannya
kepada orang awam) Microsoft kemudian melisensikan sistem operasi ini ke IBM
(yang menerbitkannya dengan nama PC-DOS) dan bekerja dengan perusahaan komputer
untuk menerbitkannya dengan nama MS-DOS, pada setiap system komputer yang
dijual.
Rencana Microsoft amat sukses tetapi digugat oleh Seattle
Computer karena Microsoft tidak memberitahukan mengenai ikatannya dengan IBM
untuk membeli system operasi itu dengan murah; oleh sebab ini, Microsoft
membayar uang kepada Seattle Computer, tetapi tidak mengakui kesalahannya.
Reputasi Gates kemudian lebih diburukkan oleh tuntutan dakwaan monopoli oleh
Departemen Keadilan A.S. dan perusahaan- perusahaan individu yang menentang
Microsoft dalam akhir dasawarsa 1990.
Dalam dasawarsa 1980 Gates gembira atas kemungkinan
penggunaan CD-ROM sebagai media penyimpanan dokumen, dan mensponsori penerbitan
buku CD-ROM: The New Papyrus yang mempromosikan ini.
Tidak dapat disangkal bahwa Bill Gates telah melakukan
beberapa kesalahan dalam bisnis softwarenya. Hal ini terbukti dengan beberapa dakwaan yang diarahkan kepadanya
berkaitan dengan cara - cara bisnis yang melanggar undang-undang bisnis Amerika
Serikat, misalnya monopoli Internet Explorer pada sistem operasi Windows.
Pada tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai CEO dan memandatkannya kepada kawan lamanya, Steve Ballmer.
Gates kemudian memilih untuk kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu
sebagai pencipta perangkat lunak. Kini Bill Gates menjadi Kepala Penelitian dan
Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaannya sendiri, Microsoft Corp.
Dalam kehidupan pribadinya, Gates menikah dengan Melinda
French pada 1 Januari 1994. Mereka mempunyai tiga orang anak, Jennifer
Katharine Gates (1996), Rory John Gates (1999) and Phoebe Adele Gates (2002).
Dengan istrinya, Gates telah mendirikan Bill & Melinda
Gates Foundation, sebuah yayasan sosial filantropi. Para kritikus mengatakan
ini merupakan pembuktian terhadap kemarahan orang banyak tentang atas praktik
monopoli dan adikuasa perusahaannya, tetapi mereka yang dekat dengan Gates
berkata bahwa ia telah lama berencana untuk menyumbangkan sebagian besar
hartanya. Pada tahun 1997 koran Washington Post menyatakan bahwa "Gates
telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan 90 persen daripada
hartanya semasa dia masih hidup."
Untuk meletakkan ini dalam perspektif yang benar, sumbangan ini, walau
apa sebabnya, telah menyediakan uang yang amat diperlukan untuk beasiswa
universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan sebab-sebab lain, kebanyakannya
isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti
penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Dalam bulan Juni 1999,
Gates dan istrinya mendermakan $5 milyar kepada organisasi mereka, pendermaan
yang paling besar dalam dunia oleh individu-individu yang hidup.
Pada tahun 1994, ia membeli Codex Leicester, sebuah koleksi
naskah manuskrip Leonardo da Vinci; pada tahun 2003 koleksi ini dipamerkan di
Museum Seni Seattle.
Pada
tahun 2005, Gates menerima penghargaan kesatriaan (Knight Commander of the Order
of the British Empire Kehormatan) dari Ratu
Elizabeth II. Pada 27 Juni 2008, Gates mengundurkan diri dari sebagian
besar jabatannya di Microsoft (namun tetap bertahan sebagai ketua dewan
direktur) dan mengkonsentrasikan diri pada kerja kedermawanan melalui yayasan
yang didirikannya, Yayasan Bill & Melinda Gates. "One thing I love
about this [decade] is this is a period where the reality is driving the
expectation." Bill Gates, 2004.