Monday, June 20, 2016

Tugas 4, Bahasa Indonesia 2

Di zaman romawi kuno dahulu, Julius Caesar telah menggunakan teknik kriptografi yang dijuluki caesar cipher untuk mengirim pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran kini. Casanova menggunakan pengetahuan mengenai kriptografi untuk mengelabui Madame d'Urfe, dia mengatakan kepada Madame d'Urfe bahwa sesosok jin memberi tahu kunci rahasia Madame d'Urfe kepadanya, padahal ia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan pengetahuannya mengenai kriptografi, sehingga ia mampu mengontrol kehidupan Madame d'Urfe secara total. Sewaktu perang dunia kedua, pihak sekutu berhasil memecahkan kode mesin kriptografi Jerman, Enigma; keberhasilan yang sangat membantu pihak sekutu dalam memenangkan perang. Sejarah kriptografi penuh dengan intrik dan banyak orang melihat kriptografi sebagai sesuatu yang penuh dengan misteri.
Banyak orang yang menganggap pengetahuan dan penggunaan kriptografi sebagai perbuatan subversif, bahkan Amerika Serikat pernah memperlakukan kriptografi sebagai senjata yang tidak dapat diekspor secara bebas, meskipun sekarang peraturan sudah diperlunak. Di satu sisi pemerintah AS tidak menginginkan warganya dan pihak lain menggunakan kriptografi untuk berbagai macam keperluan, di sisi lain kriptografi sangat diperlukan dalam aplikasi pengamanan teknologi informasi seperti transaksi perbankan. Ada beberapa negara, baik negara belum maju yang memiliki pemerintahan represif maupun negara barat yang “liberal", yang melarang atau membatasi penggunaan kriptografi (Kromodimoeljo, 2010).
Di era modernisasi saat ini, teknologi telepon selular berkembang pesat. Salah satu bentuk perkembangannya adalah dengan munculnya telepon pintar dengan sistem operasi Android yang memiliki beragam fitur menarik dan tingkat kompleksitas yang hampir sama dengan komputer. Berbagai aplikasi pengiriman pesan secara online, seperti BlackBerry Messenger dan LINE sudah banyak digunakan. Salah satu fitur yang selalu ada dan masih digunakan hingga saat ini adalah SMS (Layanan Pesan Singkat). Keamanan bertukar informasi dan berkomunikasi sangat penting bagi semua orang. Untuk itu, enkripsi terhadap SMS perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan privasi pengguna dalam proses pengiriman pesan dan informasi penting. Dari berbagai teknik enkripsi yang ada, enkripsi berlapis dengan menggabungkan tiga algoritma enkripsi, yaitu Kode Caesar, Vigenere, dan Transposisi dipilih sebagai metode dalam pengamanan SMS. Dengan meningkatkan jumlah lapisan dan pemanfaatan kunci unik yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi diharapkan mampu mengurangi jumlah penyadapan teks SMS yang sering terjadi saat ini (Subimawanto, Ihsani, Hindharta, Kamu, & Pratama, 2014).
Tabel 1. Protokol Umum Enkripsi
Akronim
Nama
Tipe
Digunakan untuk
Cara enkripsi
SSH
Secure Shell
Virtual Private Network
Remote access
RC4
IKE
Internet Key Exchange
Authentication
Key exchange
MD5, SHA
SAKMP
Internet Security Association and Key Management Protocol
Authentication
Authentication
MD5, SHA
SSL
Secure Sockets Layer
Encryption
WEB
RC4
WPA/WPA2
Wi-Fi Protected Access
Encryption
Wireless
AES, RC4
DSA
Digital Signature Algorithm
Authentication
Digital signature
SHA
SASL
Simple Authentication and Security Layer
Authentication
Authentication
MD5
PKI
Public Key Infrastucture
Authentication
Key management
MD5, Des

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui singkatan, nama, tipe, digunakan untuk apa, dan cara enkripsi yang digunakan. Menurut tabel 1, cara enkripsi MD5 adalah cara enkripsi yang paling banyak digunakan, tipe yang paling dominan ialah authentication (pembukti keaslian) dan dari semua nama protokol umum enkripsi, kata key sering sekali muncul, yang berarti kebanyakan dari protokol hanya memainkan key atau kata kunci yang bisa berupa kumpulan angka dan huruf sebagai kunci utama untuk keamanan.
Penerapan kriptografi digunakan untuk memberikan keamanan pada dokumen penting. Kriptografi terdiri dari proses ekripsi dan deskripsi. Enkripsi suatu dokumen teks telah banyak diterapkan dengan berbagai macam metode untuk mengubah dokumen asli menjadi dokumen yang terkunci, setiap metode/algoritma memiliki tingkat kerumitan yang berbeda. Penerapan enkripsi yang terlalu mencolok dapat mengundang peretas untuk berusaha
memecahkan enkripsi tersebut. Artikel ini mengembangkan pendekatan untuk penerapan enkripsi pada kriptografi suatu dokumen teks dalam bahasa Indonesia dengan mengenkripsi dokumen teks asli ke bentuk dokumen teks yang mengandung kata/kalimat lain dengan tingkat kemiripan tertentu. Penerapan enkripsi ini, diharapkan menjadi lebih efektif dan tidak menarik perhatian peretas, karena pada penelitian ini enkripsi yang dihasilkan masih berbentuk teks
dokumen utuh, tetapi memiliki makna yang berbeda dengan dokumen aslinya.  (Purnamasari, Wicaksana, Lintang, Annassia, & Gustin, 2014).
Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga
sebuah kunci yang sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk kasus private key
cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasus public key cryptography). Algoritma dari enkripsi adalah fungsi yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Algoritma yang digunakan menentukan kekuatan dari enkripsi, dan ini
biasanya dibuktikan dengan basis matematika (Sasongko, 2005).
Berbagai cara telah dikembangkan untuk melindungi data dari pihak-pihak yang tidak berhak. Salah satu teknik yang dipakai adalah dengan menggunakan kriptografi (cryptography), yaitu ilmu yang menyandikan suatu data menjadi kode tertentu yang sulit dimengerti. Dengan menggunakan kriptografi data asli yang dikirim (plaintext) diubah ke dalam bentuk data tersandi (ciphertext), kemudian data tersandi tersebut dapat dikembalikan ke bentuk data sebenarnya hanya dengan menggunakan kunci (key) tertentu yang hanya dimiliki oleh pihak yang sah saja (Dafid, 2006).




Daftar Pustaka

Dafid 2006, 'Kriptografi Kunci Simetris dengan Menggunakan Algoritma Crypton', Jurnal Ilmiah STMIK GI MDP, (p. 20), viewed 08 Mei 2016, http://eprints.mdp.ac.id/545/1/Jurnal%20Kriptografi%20Kunci%20Simetris.pdf.
Kromodimoeljo, S. 2010, Teori dan Aplikasi Kriptografi, SPK IT Consulting, Jakarta, viewed 08 Mei 2016, http://download833.mediafire.com/iprbwcwhsbig/fxrzj3zug6u1t2u/TeoridanAplikasiKriptografi.pdf.
Purnamasari, D., Wicaksana, I. S., Lintang, A., Annassia, A., & Gustin, H. 2014, 'Penerapan Sematic Similarity pada Kriptografi suatu Dokumen Teks dalam Bahasa Indonesia', Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (p. 180), Universitas Gunadarma, Depok, viewed 08 Mei 2016, http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/download/1031/893.
Sasongko, J. 2005, 'Pengamanan Data Informasi Menggunakan Kriptografi Klasik', Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, 160-167, viewed 08 Mei 2016, http://download.portalgaruda.org/article.php?article=7371&val=544.
Subimawanto, D., Ihsani, F., Hindharta, J., Kamu, M. C., & Pratama, V. A. 2014, 'Implementasi Algoritma Kriptografi Kode Caesar, Vigenere, dan Transposisi untuk Sistem Proteksi Penggunaan Pesan Singkat (SMS) pada Smartphone Android', Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (p. 146), Universitas Gunadarma, Depok, viewed 08 Mei 2016, http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/download/1027/924.