Saturday, October 26, 2013

Pemuda Sebagai Penerus Bangsa


Pemuda/pemudi merupakan suatu identitas dan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun  gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Pemuda-pemuda generasi sekarang sangat berbeda dengan generasi terdahulu dari segi pergaulan atau sosialisasi, cara berpikir, dan cara menyelesaikan masalah. Pemuda-pemuda zaman dahulu lebih berpikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak, tetapi mereka merumuskannya secara matang dan mengkajinya kembali dengan melihat dampak-dampak yang akan muncul dari berbagai aspek. Pemuda zaman dahulu juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Contohnya saja, sejarah telah mencatat kiprah-kiprah pemuda Indonesia dalam memerdekakan Negara ini. Bung Tomo, Bung Hatta, Ir. Soekarno, Sutan Syahrir, dan lain-lain rela mengorbankan harta, bahkan mempertaruhkan nyawa mereka untuk kepentingan bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia.
Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya.
Peranan pemuda saat ini dalam sosialisasi bermasyarakat menurun drastis. Mereka lebih mengutamakan kesenangan untuk dirinya sendiri dan lebih sering bermain-main dengan kelompoknya. Padahal, dulu biasanya pemuda lah yang berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti acara keagamaan, peringatan Hari Kemerdekaan, kerja bakti dan lain-lain. Seandainya saja pemuda-pemuda zaman dahulu seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta, Bung Tomo dan lain-lain masih hidup pasti mereka sedih melihat pemuda-pemuda sekarang ini yang lebih mementingkan kesenangan pribadi. Generasi yang menjadi harapan mereka melanjutkan perjuangan mereka, tidak punya lagi semangat nasionalisme.
Sebagai pemuda kita harus sadar diri Negara ini membutuhkan pendekar sakti untuk  mewujudkan kesejahteraan di lingkungan masyarakat. Mungkin di mata kita pemerintah sendiri tidak cukup baik mengusahakan kesejahteraan bangsa ini, tetapi kita tinggal di negeri ini. Dampak dari baik atau buruknya negeri ini, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan berhubungan dengan kehidupan kita di negeri ini. Jadi jangan hanya bisa mengkritik, menyanggah, atau mencela saja, itu semua tidak dapat membangun Negara kita. Tetapi terjunlah langsung seperti bergabung dalam kegiatan politik, organisasi masyarakat, dan sebagainya. Belajarlah untuk peduli terhadap bangsa dan lingkungan sekitar.
Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional. Pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam membina kesatuan dan persatuan NKRI, serta mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam pancasila agar terciptanya kedamaian, kesejahteraan umum, serta kerukunan antar bangsa. Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Tanamkan semangat yang berkobar di dadamu. Bersatulah membangun Negara tercinta. Seperti isi sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 “satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa”. Semoga Negara kita ini tetap bersatu seperti slogan budaya bangsa yang tercermin dalam Bhineka Tunggal Ika. Berkarya lah pemuda-pemudi Indonesia, Majukan Negara Kita, Jadilah Soekarno dan Moh Hatta berikutnya yang memiliki semangat juang tinggi dalam membangun bangsa.

Sumpah Pemuda



Tanggal 28 Oktober merupakan tanggal yang sangat bersejarah dan bermakna bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah tonggak bersatunya seluruh pemuda & pemudi Indonesia Yang Dinyatakan dalam “Sumpah Pemuda”. Butuh perjuangan yang sangat berat untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, budaya, agama dan bahasa.
Berikut adalah Teks Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda versi orisinal / tulisan asli

Pertama : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.


Ketiga : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Jika kita cermati point demi point, maka kita akan menemukan makna yang begitu dalam yang terdapat dalam Sumpah ini. Untuk Point pertama yang menyatakan bahwa ” Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”. Pada point pertama ini memiliki makna bahwa seluruh pemuda-pemudi Indonesia

berjanji untuk bertanah air satu tanah satu indonesia. Selanjutnya pada point kedua bermakna bahwa sebagai bangsa indonesia akan selalu berpegang teguh untuk selalu berjanji untuk selalu berbangasa satu, bangsa Indonesia. Dan yang terakhir memiliki makna bahwa putra-putri Indenesia akan selalu menjunjung tinggi bahasa persatuan dan kesatuan untuk selalu berbahasa Indonesia.

Jelas dari ketiga sumpah ini memiliki makna yang begitu dalam sebagai pemuda-pemudi Indonesia. Sumpah Ini pasti akan selalu terpatri di hati setiap bangsa indonesia. Walaupun banyak hal yang terjadi yang tidak sejalan dengan isi dari sumpah pemuda. Seperti halnya tawuran, adanya paham yang mengunggulkan pada daerah sendiri, serta rasa cinta tanah air yang sudah mulai memudar. Kembali lagi hal ini kembali lagi pada individu masing-masing, apa tetap konsisten untuk selalu berpegang teguh pada “sumpah” ini atau tidak. Tentunya sebagai generasi muda khususnya saya sebagai penulis berharap agar kita sebagai bangsa indonesia generasi muda agar selalu berkeyakinan bahwa bila kita bersatu dengan sumpah ini sehingga yang namanya egoisme, arogansi, dan apatis tidak akan ada lagi di benak bangsa Iindonesia. Seperti semboyan Negara Republik Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”, meskipun berbeda-beda tetap satu juga.