KOMUNIKASI
Pengertian
Komunikasi
Dalam
kehidupan sehari-hari, komunikasi sering dilakukan yang merupakan kebutuhan
yang mendasar bagi setiap manusia. Komunikasi secara lisan terjadi pada saat
seseorang dengan orang lain saling menyampaikan pesan/berdekatan, tetapi
apabila berada dalam jarak yang jauh dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa cara untuk berkomunikasi. Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris
yakni communication. Pada dasarnya, secara etimologis kata komunikasi berasal
dari bahasa Latin yaitu communis berarti milik bersama atau membagi merupakan
suatu proses yang bertujuan untuk membangun pengertian dan kebersamaan
sedangkan secara terminologis, kata komunikasi merujuk pada proses penyampaian
suatu pernyataan oleh pihak satu kepada pihak lain. Pengertian Komunikasi
merupakan suatu proses ketika seseorang dengan orang lain saling menyampaikan
informasi dari satu pihak ke pihak lain/banyak pihak agar dapat terhubung
dengan lingkungan sekitarnya.
Komunikasi
organisasi dapat diartikan sebagai jenis komunikasi yang dilakukan memiliki
ruang lingkup lebih besar. Komunikasi terjadi dalam penerimaan dan pengiriman
berbagai informasi organisasi dalam kelompok formal maupun informal dari suatu
organisasi. Selain itu, jenis komunikasi ini banyak dari tiap individunya yang
memberikan pendapat yang berbeda, karena informasi yang disampaikan dari
masing-maing individu memiiki makna yang berbeda.
Unsur-unsur
Komunikasi
1. Sumber, Semua
peristiwa komunikasi akan melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim
ineormasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang,
tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau
lembaga.
2. Pesan, Pesan yang
dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim
kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui
media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi,
nasihat atau propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan
dengan kata massage, content atau informasi (Hafied Cangara, 2008;22-24).
3. Media, Media
adalah alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator
kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi
antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra
manusia seperti mata dan teliga. Pesan-pesan yang diterima pancaindra
selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan
sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan.
4. Penerima, Penerima
adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.
Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai
atau negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti
khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut audience ataureceiver.
5.
Pengaruh atau efek, Pengaruh atau efek adalah
perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima
sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini biisa terjadi pada
pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa
juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang
sebagai akibat penerimaan pesan (Hafied Cangara, 2008;22-27).
Klasifikasi
Komunikasi
Dalam
konteks komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan situasi lingkungan tempat
proses komunikasi berlangsung, konteks ini sering disebut dengan konteks
Situasional lingkungan, konteks tersebut dibatasi oleh faktor komunikator dan
komunikan, feedback/umpan balik, kedekatan, media, saluran dan lain-lain. Para
pakar komunikasi memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam mengklasifikasikan
komunikasi, namun secara umum komunikasi dapat diklasifikasikan menurut jumlah
audiens atau peserta komunikasi, mulai dari yang paling sedikit hingga proses
komunikasi yang melibatkan banyak audiens.
Selanjutnya
terdapat tujuh klasifikasi komunikasi sesuai yang dikemukakan oleh west dan
turner yaitu :
1. Komunikasi intrapersonal yaitu proses
komunikasi yang dilakukan dengan diri sendiri.
2. Komunikasi interpersonal yaitu
proses komunikasi yang dilakukan antara individu secara langsung dengan tatap
muka (face to face communication).
3. Komunikasi Kelompok Kecil yaitu
proses komunikasi yang dilakukan oleh individu dengan kelompok kecil, kelompok
kecil ini biasanya berjumlah antara lima sampai tujuh orang.
4. Komunikasi Organisasi, komunikasi
ini berkaitan dengan komunikasi interpersonal yang berlangsung dalam suatu
organisasi.
5. Komunikasi Publik yaitu komunikasi
yang dilakukan oleh seorang individu terhadap orang banyak (khalayak) dan pesan
dalam komunikasi ini bersifat persuasive dengan selalu memperhatikan analisis
khalayak, kredibilitas komunikator dan proses penyampaian pesan yang sifatnya
membujuk.
6. Komunikasi Massa yaitu menyapaikan
pesan dengan menggunakan media, baik media cetak, elektronik maupun
new media (media online).
7.
Komunikasi
antarbudaya yaitu komunikasi yang dilakukan oleh individu-individu yang
memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda.
FUNGSI
KOMUNIKASI
Fungsi
Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy:
·
Menginformasikan (to inform)
Adalah
memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat
mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran dan tingkah laku orang lain,
serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain.
·
Mendidik (to educated)
Adalah
komunikasi merupakan sarana pendidikan. Dengan komunikasi, manusia dapat
menyampaikan ide dan pikiranya kepada orang lain, sehingga orang lain
mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.
·
Menghibur (to entertain)
Adalah
komunikasi selain berguna untuk menyampaikan komunikasi, pendidikan dan
mempengaruhi juga berfungsi untuk menyampaikan hiburan atau menghibur orang
lain.
·
Mempengaruhi (to influence)
Adalah
fungsi mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha
saling mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan lebih jauh lagi berusaha
merubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan yang di harapkan.
Fungsi
Komunikasi menurut William I Gordon:
·
Komunikasi Sosial
Fungsi
komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi
itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk
kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan
ketegangan.
Komunikasi
sosial penting untuk:
1.
Konsep diri, yaitu pandangan
kita mengenai siapa diri kita sendiri dan itu hanya bisa kita peroleh melalui
informasi yang diberikan orang lain kepada kita.
2.
Eksistensi diri. Dengan
berkomunikasi, kita dapat menunjukkan eksistensi diri kita atau aktualisasi
diri.
3.
Untuk kelangsungan hidup, memupuk
hubungan dan memperoleh kebahagiaan.
·
Komunikasi Ekspresif
Komunikasi
ekspresif dapat dilakukan sendirian maupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif
dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan
perasaan atau emosi kita. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan
mempengaruhi orang lain. Perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui
pesan-pesan non verbal.
·
Komunikasi Ritual
Komunikasi
ritual sering dilakukan secara kolektif. Mereka yang berpartisipasi dalam
bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan komitmen mereka kepada tradisi
keluarga, suku, bangsa, negara, ideologi, atau agama.
·
Komunikasi Instrumental
Komunikasi
instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, antara lain menginformasikan,
mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau
menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur.
KARAKTERISTIK/TATANAN KOMUNIKASI
Komunikasi
selalu muncul dalam konteks, yakni dalam suatu setting atau situasi tertentu.
Secara teoretis, konteks komunikasi dapat dibagi dengan berbagai cara,
tergantung kategori yang kita gunakan. Misalnya, berdasarkan kategori jenis
muatan pesan, komunikasi dapat dibagi atas komunikasi politik, komunikasi
bisnis, komunikasi kesehatan, komunikasi sosial, dan sebagainya.
Dilihat
dari jumlahnya, komunikator atau komunikan dapat dibedakan atas satu orang,
banyak orang (kelompok kecil, kelompok besar, atau organisasi), dan massa. Maka
berdasarkan kategori jumlah manusia yang terlibat di dalamnya, komunikasi dapat
terjadi dalam bentuk antarpribadi, kelompok, organisasi, massa dan antarbudaya.
Namun, sebelum terjadi komunikasi antarpribadi, terjadi komunikasi di dalam
diri komunikator, yang kita sebut komunikasi intrapribadi. Penggolongan
berdasarkan hal ini kita sebut tataran komunikasi. Berikut ini adalah
pembahasannya:
·
Komunikasi
Intrapribadi (intrapersonal communications)
Komunikasi
intrapribadi adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri komunikator atau
lazim disebut komunikasi dengan diri sendiri. Misalnya, Anda bertanya kepada
diri sendiri, “Dalam situasi ini, apa yang sebaiknya saya lakukan?” Dalam
komunikasi intrapribadi, Anda bertindak sebagai komunikator dan sekaligus
komunikan, orang kepada siapa pesan komunikator ditujukan. Komunikasi
intrapribadi merupakan dasar komunikasi antarpribadi. Ketika berbicara dengan
orang lain, sesungguhnya Anda telah merampungkan suatu proses berkomu-nikasi
dengan diri sendiri, “Apa yang ingin saya tanyakan? Pesan apa yang akan saya
sampaikan? Bagaimana sebaiknya cara menyampaikannya?” Proses ini berlangsung
dengan cepat, nyaris tanpa disadari lagi, kecuali ketika Anda pertama kali
belajar berbicara atau pertama kali menggunakan bahasa asing yang belum terlalu
Anda kuasai. Dengan selesainya komunikasi intrapribadi, di mana manusia
melakukan tindak komunikasi dengan menyampaikan pesannya, maka ia masuk pada
tataran komunikasi antarpribadi.
·
Komunikasi
Antarpribadi (interpersonal communications)
Komunikasi
antarpribadi dapat terjadi dalam kon-teks satu komunikator dengan satu
komunikan (komunikasi diadik: dua orang) atau satu komunikator dengan dua
komunikan (komunikasi triadik: tiga orang). Lebih dari tiga orang biasanya
dianggap komunikasi kelompok. Komunikasi antarpribadi dapat berlangsung secara
tatap muka atau menggunakan media komunikasi antarpribadi (nonmedia massa),
seperti telepon. Dalam komunikasi antarpribadi, komunikator relatif cukup
mengenal komunikan, dan sebaliknya, pesan dikirim dan diterima secara simultan
dan spontan, relatif kurang terstruktur, demikian pula halnya dengan umpan
balik yang dapat diterima dengan segera. Dalam tataran antarpribadi, komunikasi
berlangsung secara sirkuler, peran komunikator dan komunikan terus
dipertukarkan, karenanya dikatakan bahwa kedudukan komunikator dan komunikan
relatif setara. Proses ini lazim disebut dialog, walaupun dalam konteks
tertentu dapat juga terjadi monolog, hanya satu pihak yang mendominasi
percakapan. Efek komunikasi antarpribadi paling kuat di antara tataran
komunikasi lainnya. Dalam komunikasi antarpribadi, komunikator dapat
mempengaruhi langsung tingkah laku (efek konatif) dari komunikannya,
memanfaatkan pesan verbal dan nonverbal, serta segera merubah atau menyesuaikan
pesannya apabila didapat umpan balik negatif.
·
Komunikasi
Kelompok (group communications)
Apabila
jumlah pelaku komunikasi lebih dari tiga orang, cenderung dianggap komunikasi
kelompok kecil atau lazim disebut komunikasi kelompok saja. Sedangkan
komunikasi kelompok besar biasa disebut sebagai komunikasi publik. Jumlah
manusia pelaku komunikasi dalam komunikasi kelompok, besar atau kecilnya, tidak
ditentukan secara matematis, melainkan tergantung pada ikatan emosional antar
anggotanya. Dalam komunikasi kelompok, komunikator relatif mengenal komunikan,
dan demikian juga antarkomunikan. Bentuk komunikasi kelompok kecil misalnya
adalah pertemuan, rapat, dan lainlain. Komunikasi kelompok kecil pasti
melibatkan komunikasi antarpribadi, sehingga teori komunikasi antarpribadi juga
berlaku di sini. Umpan balik dapat diterima dengan segera, menentukan
penyampaian pesan berikutnya. Namun, pesan relatif lebih terstruktur daripada
komunikasi antarpribadi, bersifat formal maupun informal. Komunikasi kelompok
sering kita temui dalam keluarga, tetangga, teman dan kerabat, atau kelompok
diskusi. Komunikasi kelompok dapat terjadi di dalam kelompok dan juga
antarkelompok.
·
Komunikasi
dalam Organisasi
Komunikasi
organisasi terjadi di dalam organisasi maupun antarorganisasi, bersifat formal
maupun informal. Semakin formal sifatnya, semakin terstruktur pesan yang
disampaikan. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi:
komunikasi ke atas, ke bawah, maupun horizontal. Sedangkan komunikasi informal
adalah yang terjadi di luar struktur organisasi. Karenanya, komunikasi
organisasi melibatkan komunikasi kelompok, komunikasi antarpribadi, komunikasi
intrapribadi, dan terkadang komunikasi publik juga muncul di dalamnya.
·
Komunikasi
Massa
Komunikasi
massa melibatkan jumlah komunikan yang banyak, tersebar dalam area geografis
yang luas, namun punya perhatian dan minat terhadap isu yang sama. Karena itu,
agar pesan dapat diterima serentak pada waktu yang sama, maka digunakan media
massa seperti surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Dalam tataran komunikasi
ini, komunikator dan komunikan serta antarkomunikan relatif tidak saling kenal
secara pribadi, anonim, dan sangat heterogen. Komunikator dapat berbentuk
organisasi (misal, tim redaksi, atau LSM yang menyatakan protes terhadap
sesuatu). Pesan pesannya relatif bersifat umum, disampaikan secara serentak dan
sangat terstruktur. Dalam komunikasi massa, umpan balik relatif tidak ada atau
bersifat tunda. Komunikator cenderung sulit mengetahui umpan balik komunikan
dengan segera. Untuk mengetahuinya, maka biasanya harus dilakukan survei atau
penelitian. Di dalam komunikasi massa terjadi pula komunikasi organisasi,
komunikasi kelompok besar atau pun kecil, komunikasi antarpribadi, dan
komunikasi intrapribadi.
·
Komunikasi
Antarbudaya (intercultural communication)
Komunikasi antarbudaya
terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan
oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain.
Definisi
lain bahwa proses komunikasi antarbudaya merupakan interaksi antarpribadi dan
komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar
belakang kebudayaan yang berbeda. Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi
antarbudaya menyatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi apabila terdapat
dua budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses
komunikasi.
Komentar: Saya setuju dengan pendapat yang saya lihat dari blog blog tentang arti dari komunikasi, beberapa penjelasan tentang komunikasi dari blog blog saya tambahkan dari blog lain yang saya kira lebih saya sejutu. Mohon maaf bila ada kekurangan.
Sumber:
https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/
https://amirlahjeni.wordpress.com/2012/03/30/unsur-unsur-komunikasi/
http://isma-ismi.com/pengertian-komunikasi.html
http://muktikomunikasi.blogspot.com/2014/03/klasifikasi-dan-konsep-dasar-komunikasi.html
https://muharitasks.wordpress.com/2013/07/15/jenis-dan-proses-komunikasi/
https://muharitasks.wordpress.com/2013/07/15/jenis-dan-proses-komunikasi/
No comments:
Post a Comment